Berawal dari dibukanya pendaftaran beasiswa Bank Indonesia, yang mana setiap pelamar beasiswa ini diwajibkna untuk membuat sebuah motivation letters. Akhirnya memberikan saya sebuah ide untuk membuat motivation letters untuk yang kedua kalinya. walaupun saya buat secara sederhana dan terbilang kejar tayang (heheh) namun akhirnya selesai juga saya tulis kata demi kata.
Berikut ini adalah motivation letters yan gsaya buat, mudah-mudahan dapat dijadikan contoh, walaupun tak patut dicontoh (eiits). Selamat membaca
“PROSES MELAHIRKAN GENERASI TERBAIK BANGSA”
Assalamualaikum warahmatullahi wa
barakatuh.
Bapak/ibu
panitia seleksi penerima beasiswa Bank Indonesia yang saya hormati. Sebelumnya,
perkenalkan nama saya Wales Heriadi,
saya adalah mahasiswa UIN Sultan Syarif Kasim Riau yang mengambil Jurusan
Akuntansi dan sekarang berada di Semester Enam dengan IPK terakhir 3,80.
Walaupun berasal dari keluarga yang terbilang kurang mampu, bahkan pernah
menjadi ‘Gharim/marbot’ musholla selama beberapa semester, tidak membuat saya
luluh dalam meraih prestasi akademik. Selain mengikuti proses perkuliahan
(dalam kelas), saya juga aktif dalam kegiatan kemahasiswaan seperti bergabung
dalam kepengurusan organisasi. Hal ini saya lakukan karena saya sadar bahwa
dalam kehidupan ini tidak cukup hanya dengan kecerdasan intelektual semata, ada
kecerdasan lain yang akan mendukung dan mengembangkan potensi yang kita miliki,
yaitu kecerdasan emosional dan kecerdasan spritual.
Kecerdasan
emosional akan sangat banyak kita dapatkan ketika mahasiswa aktif dalam
berbagai kegiatan, karena pastinya akan menjalin komunikasi dengan orang lain
yang memiliki berbagai macam pola pemikiran dan watak yang beragam. Namun,
untuk mengikuti berbagai kegiatan tidaklah mudah bagi sebagian mahasiswa, ada
yang tidak memiliki kepercayaan diri untuk mengatur antara akademik dan kegiatan
lainnya. Bahkan ada yang terkedala biaya hidup sehingga harus kuliah sambil bekerja,
alhasil tidak bisa berkesempatan untuk aktif dalam kegiatan mahasiswa maupun
kegiatan sosial.
Salah
satu cara untuk mengatasi polemik yang dihadapi mahasiswa adalah dengan adanya
beasiswa. Sebagian beasiswa hanya memberikan bantuan dalam bentuk materil,
padahal untuk mengembangkan potensi generasi penerus bangsa ini tidak hanya
cukup dengan materi semata, mereka juga harus dibina, dibimbing, karakternya
harus dibentuk sebaik mungkin sehingga melahirkan generasi yang tidak hanya
meraih gelar sarjana tapi juga mempunyai pribadi yang bisa bermanfaat bagi
kemajuan bangsa ini.
Atas
dasar itulah, kesempatan untuk memperoleh beasiswa Bank Indonesia sangat saya
tunggu – tunggu, selain sangat membantu dalam ekonomi untuk kelancaran proses
perkuliahan. Beasiswa ini juga membina para penerimanya dalam sebuah komunitas
yang dinamakan dengan GenBI. Sehingga sangat bermanfaat dalam mengembangkan
potensi yang dimiliki oleh generasi Bangsa Indonesia khususnya generasi Riau.
Berbagai
kegiatan yang dilaksanakan oleh Komunitas GenBI semakin membuat saya semangat
untuk bisa bergabung bersama mereka, mengembangkan potensi yang dimiliki dan
memanfaatkannya untuk berbagi ilmu yang dimiliki dengan yang lainnya.
Terimakasih
atas upaya Bank Indonesia untuk memajukan generasi bangsa melalui kesempatan
yang diberikan kepada mahasiswa khususnya saya untuk memperoleh Beasiswa Bank
Indonesia tahun 2017. Besar harapan saya untuk dapat bergabung dalam komunitas
penerima beasiswa Bank Indonesia ini dan menjadi bagian dari Generasi Baru
Indonesia yang akan berperan aktif dalam upaya memajukan Indonesia serta perekonomian
indonesia.

