|
M
|
enjadi seorang
mahasiswa menjadi sosok yang sangat dibanggakan oleh semua orang. Bagaimana
tidak, hanya segelintir oranglah yang bisa merasakan masa-masa yang indah ini,
karena bukan hal mudah untuk bisa melanjutkan pendidikan ke jenjeng yang lebih
tinggi. Masa – masa ketika jati diri mulai ditemukan, masa-masa ketika pola
pikir berubah, disinilah pendewasaan diri dimulai, disinilah berjumpa dengan
banyak orang yang berasal dari berbagai daerah. Namun, menjadi mahasiswa bukanlah perkara mudah, banyak
hal yang harus dilewati. Tak semudah membalikkan telapak tangan, bahkan tak
jarang ditengah perjalanan ada yang menyerah hingga akhirnya tak mampu untuk
melanjutkan studinya. Bagi yang memiliki semangat juang yang tinggi akan
melewati proses demi proses yang harus dilalui demi menggapai gelar sarjana.
Begitupun aku, seorang anak petani
yang berasal dari salah satu daerah yang berada di Riau melangkah maju meraih
cita-cita dengan menjadi seorang mahasiswa di salah satu Universitas yang ada
di Riau, yaitu Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau (UIN SUSKA
RIAU) mengambil Jurusan Akuntansi Konsentrasi Auditing.
Oh iya, aku lupa memperkenalkan
diri. Namaku Wales Heriadi. Teman lama, teman baru, sahabat lama, sahabat baru,
kenalan lama, kenalan baru, semua memanggilku dengan sebutan Wales. Aku bertubuh
kurus, apalagi semenjak memasuki dunia perkuliahan, berat badan ku tak kunjung
bertambah, malah makin berkurang. Bayangkan saja, aku seorang cowok yang sudah
berusia 21 tahun dengan tinggi 165 cm hanya memiliki berat badan 44 kg, tak
sebanding dengan tinggi badan dan usiaku. Tapi, kata sebagian orang yang
kujumpai sih, kurus tak jadi masalah. katanya, masa – masa kuliah memang ada
yang kurus kering seperti aku (mungkin dia cuma sekedar menghiburku yang selalu
mengeluh dengan berat badan yang tak kunjung bertambah). Walaupun bertubuh
kurus, aku selalu semangat menjalani hari – hari selama menyandang status
menjadi mahasiswa. Hari – hari tidak hanya ku isi dengan duduk dikelas saja,
aku bukan tipe mahasiswa kupu-kupu
(kuliah pulang – kuliah pulang). Namun, aku selalu mengisi hari-hari dengan
berbagai aktivitas yang menunjang pengembangan diri. Seperti aktif dalam
organisasi mahasiswa, mengikuti berbagai macam pelatihan dan seminar, dan lain
sebagainya.
Semester demi semester telah
kulalui, tahap demi tahap telah ku lampaui, Praktek Kerja Lapangan (PKL) telah
usai, Ujian Badan Pembinaan Keagamaan telah ku lewati, hingga sekarang aku
berada di penghujung semester Enam (kata orang sih akan segera memasuki semester akhir). Bahagia sekaligus cemas,
itulah yang kurasakan. Bahagia karena perjuangan sudah sampai sejauh ini dan
segera berakhir, namun cemas karena masa-masa ini adalah masa-masa kritis bagi
seorang mahasiswa. Siapa yang sabar dan tekunlah yang akan mampu menjalani
masa-masa ini.
Penghujung
semester Enam ini adalah waktu yang aku tunggu-tunggu, masa menjadi mahasiswa
yang aku nanti-nantikan. Tidak hanya aku, teman-temanku pun menantikan
kehadiran akhir dari semester 6 ini. Karena, pada akhir semester ini ada yang
namanya Kuliah Kerja Nyata atau disingkat dengan KKN, suatu kegiatan yang
mewajibkan mahasiswa untuk mengabdi kepada masyarakat atau terjun ke masyarakat
dalam rangka mengaplikasikan ilmu yang telah dipelajarinya selama 3 tahun berada
di bangku perkuliahan.
Sekian
lama menunggu, akhirnya engkau datang. Bukan menunggu teman, bukan juga
menunggu jodoh, tapi semua mahasiswa semester 6 menunggu kehadiran KKN. Bak
kedatangan tamu istimewa dari istana yang megah, semua sibuk mencari-cari
informasi dan berita kapan waktu pasti kehadirannya. Seakan tak sabar untuk
berada di negeri orang selama 2 bulan, yaaaa, memang KKN dilaksanakan selama 2
bulan penuh.
